Pemikiran RA Kartini

RA Kartini

Tanggal 21 April yang telah ditetapkan pemerintah sebagai salah satu hari besar nasional merupakan hari kelahiran Raden Ajeng Kartini yang untuk memperingatinya digelar berbagai macam kegiatan dan acara dengan tema emansipasi wanita. Kartini dijuluki sebagai perintis perjuangan emansipasi yang selanjutnya berkembang menjadi gerakan feminisme. Julukan ini didasarkan pada surat-surat yang ditulis Kartini kepada teman-temannya yang terangkum dalam buku “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Sebagian kecil kisah hidupnya dan pemikirannya tertulis dalam surat-surat tersebut. Namun, makna keseluruhan dan terpenting dari sebagian besar kisah hidupnya tak sehebat pemikiran feminismenya. 

PEMIKIRAN KARTINI

Apa yang terlanjur lekat dengan sosok Kartini sebenarnya hanyalah sebagian proses hidupnya yang gelisah. Akhir proses kartini tak banyak terungkap. Pemikiran pada awal prosesnya-lah yang terlanjur lantang disuarakan sehingga lekat pada namanya. Padahal, menjelang akhir hayatnya, Pemikiran kartini telah banyak berubah. 
Tidak bisa disalahkan kalo ada orang yang beranggapan Kartini memperjuangkan emansipasi, mendobrak adat, dan berkiblat ke Barat, serta mengkritisi Islam. Pada awalnya, Kartini emang demikian. Inilah contoh surat-suratnya: 
"…Orang kebanyakan meniru kebiasaan orang baik-baik, orang baik-baik itu meniru perbuatan orang yang lebih tinggi pula, dialah orang Eropa" [surat kepada Stella, 25 Mei 1899] 
"Aku mau meneruskan pendidikan ke Holland, karena Holland akan menyiapkan aku lebih baik untuk tugas besar yang telah aku pilih." [surat kepada Ny Ovinksoer, 1900] 
“…bagaimana aku dapat mencintai agamaku kalau aku tidak mengerti dan tidak boleh memahaminya. Al Quran terlalu suci, tidak boleh diterjemahkan ke dalam bahasa apapun. Di sini tidak ada orang yang mengerti bahasa Arab. Orang-orang di sini membaca Al Quran tetapi tidak mengerti apa yang dibacanya. Kupikir, pekerjaan orang gilakah, orang yang diajar membaca tetapi tidak mengerti apa yang dibacanya…”[kepada Stella, 06 November 1899] 
Dari petikan surat di atas, dianggap bahwa Kartini menentang adat, menghadap ke barat (Eropa) dan mengecilkan Islam. Dapat dikatakan bahwa pemikiran Kartini ini didasarkan pada kondisinya yang berasal dari keluarga ningrat dan keadaan bangsa Indonesia pada saat itu. Kita ketahui bersama bahwa pada masa penjajahan Belanda yang diperbolehkan “makan bangku sekolahan” hanyalah golongan orang-orang tertentu. Yang tentunya dengan ini, teman-teman Kartini berasal dari keluarga terpandang dan juga orang Belanda (Eropa). Kemudian pada masa penjajahan Belanda, tidak diperbolehkan penterjemahan Al Quran sehingga hal ini mewajarkan ketidaktahuan tentang agama Islam itu sendiri
Tidak heran kalo Kartini punya pemikiran demikian. Teman surat-menyurat Kartini kebanyakan adalah orang barat yang hendak membaratkan kaum ningrat di Indonesia, dimana tujuan akhirnya adalah agar mereka tidak melakukan perlawanan terhadap pemerintah Hindia Belanda pada jaman tersebut. Mari kita simak teman-teman korespodensi Kartini. siapa sajakah mereka..?. 
1. J.H. Abendon 
Abendon ditugaskan oleh Belanda sebagai Direktur Deptemen Pendidikan, Agama, dan Kerajinan. Abendon banyak meminta nasihat dari Snouck Hurgronye (seorang orientalis). Menurut Hurgronye, golongan yang paling keras menentang penjajah Belanda adalah golongan Islam. Memasukkan peradaban Barat dalam masyarakat pribumi adalah cara yang paling jitu untuk mengatasi pengaruh Islam. Tidak mungkin membaratkan rakyat, kecuali jika ningratnya telah dibaratkan. Untuk tujuan itu, langkah pertama yang harus diambil adalah mendekati kalangan ningrat terutama yang menganut agama Islam untuk kemudian dibaratkan. Dan Hurgronye menyarankan Abendanon untuk mendekati Kartini. 
  
2. Stella (Estelle Zeehandelaar) 
Seorang wanita Yahudi, anggota militan pergerakan feminis di negeri Belanda saat itu. 
3. Nellie Van Kol (Ny. Van Kol) 
Ia adalah seorang penulis yang mempunyai pendirian humanis dan progresif. Dialah orang yg paling berperan dalam mendangkalkan aqidah Kartini. Pada awalnya, ia bermaksud untuk memurtadkan Kartini dengan kedatangannya seolah-olah sebagai penolong yang mengangkat Kartini dari ketidakpeduliannya terhadap agama.
AKHIR PEMIKIRAN KARTINI
Namun, hidayah akhirnya menghampiri Kartini melalui pengajian tentang tafsir Al-Fatihah yang disampaikan Kyai Soleh Darat bertempat di rumah paman Kartini – seorang Bupati Demak –. Dari perbincangannya dengan Kartini, akhirnya Kyai Soleh menerjemahkan Al Quran ke dalam bahasa Jawa dari surat Al Fatihah sampai dengan surat Ibrahim. Suatu ketika Kartini berkunjung ke rumah pamannya, seorang Bupati Demak. Saat itu sedang berlangsung pengajian bulanan khusus untuk anggota keluarga. Kartini ikut mendengarkan pengajian bersama wanita lain dari balik tabir. Kartini tertarik kepada materi yg sedang diberikan, tafsir Al Fatihah, oleh Kyai Saleh Darat. Setelah selesai pengajian, Kartini mendesak pamannya agar bersedia untuk menemaninya menemui Kyai Sholeh Darat.
Dalam usianya begitu muda ia bahkan telah dapat menginspirasikan sebuah pekerjaan besar bagi umat Islam di tanah Jawa waktu itu, yaitu terjemahan atau intepretasi kandungan Al-Quran ke dalam bahasa Jawa yang belum ada waktu itu kepada seorang ulama besar dari Semarang, KH Muhammad Soleh bin Umar (Ida S. Widayanti, Majalah Suara Hidayatullah : April 2001). Berkat pertemuannya dengan Kartini, Kiai Soleh tergugah untuk menterjemahkan Al-Qur'an ke dalam bahasa Jawa. Hasil terjemahan al-Qur'an (Faizhur Rohman Fit Tafsiril Quran) jilid ke I yang terdiri dari (hanya) 13 juz yang kemudian diberikannya sebagai hadiah pernikahan Kartini. Bayangkan sebuah hadiah perkawinannya adalah sebuah karya besar bagi sebuah komunitas besar manusia.. Sayang Kiai Soleh wafat sebelum menyelesaikan pekerjaan besar itu.
Dan dari terjemahan tersebut, pemikiran-pemikiran awal Kartini juga pandangannya tentang Barat (asumsi orang terbaik adalah orang Eropa) berangsur luntur.
Hal ini dapat diketahui dari petikan suratnya yang ditujuakan kepada Ny. Van Kol, 21 Juli 1902 “… moga-moga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat umat agama lain memandang agama Islam patut disukai…”
Selain faktor teman buruk, kaum muslim di sekeliling Kartini juga punya pemahaman yang salah terhadap Islam. Mereka mengajarkan Islam tanpa memahamkan apa yang diajarkan. coba kita simak surat kartini kepada stella berikut ini. 
"Bagaimana aku dapat mencintai agamaku kalau aku tidak mengerti dan tidak boleh memahaminya. Al Qur'an terlalu suci, tidak boleh diterjemahkan ke dalam bahasa apapun. Disini tidak ada yang mengerti bahasa Arab. Orang-orang disini belajar membaca Al Qur'an tapi tidak mengerti apa yang dibacanya. Kupikir, pekerjaan orang gilakah, orang diajar membaca tapi tidak mengerti apa yg dibacanya." [surat kepada Stella, 6 Nov 1899] 
Perlu diketahui pada waktu pemerintahan Hindia Belanda umat muslim memang dibolehkan mengajarkan Al Qur'an dengan syarat nggak diterjemahin alias cuma belajar baca huruf arab (pengaruh ini masih dapat kita jumpai saat ini, dimana belajar Al-quran dianggap selesai ketika telah mampu membaca Al-quran dengan lancar sampai akhir walaupun tidak paham makna-nya –khataman-). Dan ini memang taktik belanda agar orang-orang Indonesia tidak paham terhadap Al-quran dan akhirnya mereka tidak akan angkat senjata kepada penjajah belanda. 
Kartini menceritakan bahwa selama hidupnya baru kali itulah dia sempat mengerti makna dan arti surat Al Fatihah, yang isinya begitu indah menggetarkan hati. Kemudian atas permintaan Kartini, Kyai Sholeh diminta menerjemahkan Al Qur'an dalam bahasa Jawa di dalam sebuah buku berjudul Faidhur Rahman Fit Tafsiril Quran jilid pertama yang terdiri dari 13 juz, mulai surat Al Fatihah hingga surat Ibrahim. Buku itu dihadiahkan kepada Kartini saat dia (Kartini) menikah dengan R. M. Joyodiningrat, Bupati Rembang. 
Kyai Sholeh meninggal saat baru menerjemahkan jilid pertama tersebut. Namun, Kartini hal ini sudah cukup membuka pikiran Kartini dalam mengenal Islam. 
Sebenarnya ungkapan Habis Gelap Terbitlah Terang itu sebenarnya Kartini temukan dalam surat Al Baqarah ayat 257, yaitu firman Allah"…minazh-zhulumaati ilan-nuur" yang artinya "dari kegelapan-kegelapan (kekufuran) menuju cahaya (Islam)". Oleh Kartini diungkapkan dalam bahasa Belanda "Door Duisternis Tot Licht". dan kemudian oleh Armien pane yang menerjemahkan kumpulan surat-surat Kartini diungkapkan menjadi "Habis Gelap Terbitlah Terang" 
  
Kartini kemudian merumuskan arti pentingnya pendidikan untuk wanita, bukan untuk menyaingi kaum laki-laki seperti yang diyakini oleh pejuang feminisme dan emansipasi saat ini (sebenarnya lebih cocok disebut sebagai westernisasi) , namun agar para wanita lebih cakap menjalankan kewajibannya sebagai Ibu. Kartini menulis dalam suratnya: 
"Kami disini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi Ibu, pendidik manusia yang pertama-tama. " [kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Okt 1902] 
Dan tidak hanya itu, pandangannya terhadap Barat pun berubah. Kartini menulis; 
"Dan saya menjawab, Tidak ada Tuhan kecuali Allah. Kami mengatakan bahwa kami beriman kepada Allah dan kami tetap beriman kepada-Nya. Kami ingin mengabdi kepada Allah dan bukan kepada manusia. Jika sebaliknya tentulah kami sudah memuja orang dan bukan Allah" [kpd Ny. Abendanon, 12 Okt 1902] 
"Sudah lewat masanya, tadinya kami mengira bahwa masyarakat Eropa itu benar-benar satu-satunya yang paling baik, tiada taranya. Maafkan kami, tetapi apakah Ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah Ibu menyangkal bahwa di balik hal yang indah dalam masyarakat Ibu, terdapat banyak hal-hal yang sama sekali tidak patut disebut sebagai peradaban?" [surat kepada Ny. Abendanon, 27 Okt 1902] 
  Kartini meninggal dalam usia muda 25 thn, empat hari setelah melahirkan putranya. Ia tak sempat belajar Islam lebih dalam. namun yang patut disayangkan kebanyakan orang mengetahui Ibu Kartini hanyalah sekedar pejuang emansipasi wanita. Banyak orang yang nggak tahu perjalanan Kartini menemukan Islam dan perubahan pola pikirnya. [WF] 

Save My Earth

Save my earth

Menurut penelitian pada tahun 2006 didapatkan bahwa telah terjadi pengurangan lapisan ozon (O3) pada atmosfir kita 16% lebih besar dari perkiraan semula, berarti proses penguraian ozon semakin cepat dari waktu ke waktu, sedangkan kita tahu bahwa lapisan ozon adalah sebagai pelindung bagi planet hijau ini. Bahkan pada tahun 2007 ini sudah diperkirakan lubang pada lapisan ozon sudah sebesar negara Amerika dan Cina. Astaghfirllah. Dapat dikatakan bahwa bumi kita telah terancam dari “langit” yang berupa sinar UV atau ultraviolet yang mempunyai dampak negatif terhadap kehidupan di bumi, terutama terhadap manusia. Pada sekitar tahun 2000 saja telah terjadi kasus kematian dinegara India yang indikasinya dikarenakan sinar UV, selain itu juga dapat menyebabkan kanker kulit.
Selain itu, dapat menyebabkan pula suhu bumi menjadi semakin panas, belum lagi dampak yang terjadi oleh pembakaran bahan bakar yang berasal fosil yang tak terkendali
C7H16 + 12O2  7CO2 + 8H2O
Salah satu hasil pembakaran adalah gas CO2 (karbon dioksida)yang diikuti oleh gas-gas lain seperti NO2, SO2 dan lain sebagainya. Karbon dioksida akan berkumpul di atmosfir dengan konsentrasi yang semakin lama semakin besar akan menambah panasnya bumi. Pemanasan bumi (global) biasa di istilahkan dengan efek rumah kaca atau Green House Efect. Salah satu efek dari Pemanasan global ini akan mengakibatkan naiknya suhu permukaan bumi. Dengan meningkatnya suhu bumi secara keseluruhan akan menyebabkan mencairnya gumpalan atau gunung-gunung es yang berada di kedua kutub bumi sehingga akan menaikkan permukaan air laut. Naiknya permukaan air laut secara otomatis akan mengurangi dari luas daratan yang ada, apalagi daratan yang sebelumnya mempunyai ketingian rendah, kemungkinan akan tenggelam.
Dampak negatif dari adanya gas CO2, NO2 dan SO2 dari hasil pembakaran itu salah satunya dapat menyebabkan terjadinya hujan asam
SO2(g) + H2O(l)  H2SO3(aq)
SO3(g) + H2O(l)  H2SO4(aq)
2NO2(g) + H2O(l)  HNO2(aq) + HNO3(aq) 
H2SO3(aq) dikenal sebagai asam sulfit sedangkan H2SO4(aq)dikenal sebgaai asam sulfat, HNO3(aq) dikenal sebagai nitrat. Hujan asam ini akan menyebabkan beberapa kerusakan diantaranya:
1.Kerusakan hutan 
Hujan asam membawa akibat buruk bagi tanaman karena akan membilas unsure hara penting seperti kalsium dan magnesium, juga akan berakibat tanah menjadi bersifat asam, pada saat yang sama hujan asam akan membebaskan ion alumunium yang merupakan racun bagi tumbuhan. Banyak kerusakan hutan yang diakibatkan oleh hujan asam. Hutan merupakan paru-paru dunia yang akan memasok oksigen dan menyerap emisi CO2 hasil pembakaran. Jika sudah banyak yang rusak, bagaimana nasib kehidupan di bumi dalam jangka waktu 20 tahun kedepan?
2.Kematian biota air
Air diberbagai sungai, danau dan laut akan menjadi bersifat asam yang disebabkan hujan asam. Ion alumunium(Al) dapat menggangu mekanisme insang ikan, sehingga ikan akan menjadi kekurangan oksigen.
sebagaimana yang telah disiarkan oleh salah satu TV swasta nasional bahwa naiknya keasaman air akan berakibat pada matinya makluk kecil/plankton. Dengan matinya plankton secara otomatis ekosistem air khususnya air laut akan terganggu, salah satunya adalah oksigen yang berada di atmosfer 70% nya berasal dari plankton-plankton laut. Subhanallah. Apa yang akan terjadi jika oksigen tidak disuplai oleh plankton-plankton itu?
3.Kerusakan bangunan
Hujan asam berakibat buruk terhadap bahan bangunan biasa, seperti batu kapur, marmer dan beton. Bahan bangunan tersebut tentunya mengandung kalsium karbonat (CaCO3) yang akan larut dalam larutan yang bersifat asam.
CaCO2(s) + 2HNO3(aq)  Ca(NO3)2(aq) + H2O(l) + CO2(g)
Selain itu juga, akan mudah merusak bangunan-bangunan yang terbuat dari logam misalnya besi (Fe), seng (Zn) dan lain sebagainya.
Fe(s) + H2SO4(aq)  FeSO4(aq) + H2(g)
Rusaknya kehidupan bumi yang diakibatkan oleh hal diatas dikarenakan oleh tangan-tangan manusia yang tidak bertanggungjawab. Sebagaimana yang telah dikabarkan dalam Al Qur’an dalam surat Ar Rum ayat 41, yang terjemahanya sebagai berikut:
“Telah nyata kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan-tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali(ke jalan yang benar)”

Selain itu juga, Rusaknya lapisan ozon bisa dikarenakan dari penggunaan CFC atau Cloro Fluoro Carbon yang biasa digunakan sebgai pendingin pada AC atau lemari es. Lapisan ozon akan rusak karena pembakaran hutan, asap pabrik, kendaraan bermotor dan lain sebagainya. 
Penghijauan merupakan salah satu cara alternatif untuk menanggulangi bahaya-bahaya yang diakibatkan oleh gas CO2, karena secara alami tumbuh-tumbuhan akan menyerap emisi dari CO2 dalam suatu proses fotosintesis
6CO2(g) + 6H2O(g)  C6H12O6 + 6O2(g) dalam prose fotosintesi itu akan dilepaskan Oksigen ke atmosfir, sehingga akan terjadi keseimbangan alam secara berkesinambungan. Nah, bagaimanakah jika banyak pepohonan sudah ditebang secara tak bertanggungjawag tanpa ada reboisasi, kebakaran hutan secara disengaja? Apa yang akan terjadi pada 30 atau 50 tahun yang akan datng ketika anak cucu kita lahir? Allahu a’lam bish showab[MF]


 

Mutiara Kata

Perbedaan antara mereka yang berjaya dengan yang lain bukanlah kerana kekurangan kekuatan atau ilmu, tetapi lebih kepada kekurangan kesungguhan dan kemahuan

Orang yang terlalu memikirkan akibat dari sesuatu keputusan atau tindakan, sampai bila-bilapun dia tidak akan menjadi orang yang berani (Khalifah Ali bin Abi Talib )


Apabila engkau telah berazam, maka bertawakallah kepada Allah ( Ali imran : 159 )
"Dan Apabila Menderita Kesusahan,Dia Bersabar,Ini Merupakan Kebaikan Baginya" - Riwayat Muslim

Kasihanilah musuhmu, berbuat baiklah pada orang yang membenci kamu, mintaklah berkat bagi orang yang mengutuk kamu. Berdoalah untuk orang yang mencaci kamu - confusius

Belajar tanpa berfikir tidak ada gunanya, berfikir tanpa belajar adalah berbahaya

Tidak ada kebaikan bagi pembicaraan kecuali dengan amalan. Tidak ada kebaikan bagi harta kecuali dengan kedermawanan. Tidak ada kebaikan bagi sahabat kecuali dengan kesetiaan. Tidak ada kebaikan bagi shadaqah kecuali niat yang ikhlas. Tidak ada kebaikan bagi kehidupan kecuali kesihatan dan keamanan

Hiduplah Sesuka hatimu, Sesungguhnya kamu pasti mati. Cintai siapa saja yang kamu senangi, Sesungguhnya kamu pasti akan berpisah dengannya Lakukan apa saja yang kamu kehendaki, Sesungguhnya kamu akan memperoleh balasannya

Sesuatu yang baik, belum tentu benar. Sesuatu yang benar, belum tentu baik.
Sesuatu yang bagus, belum tentu berharga.
Sesuatu yang berharga/berguna, belum tentu bagus.
Pikiran yang terbuka dan mulut yang tertutup merupakan suatu kombinasi kebahagiaan.
Semakin banyak Anda berbicara tentang diri sendiri, semakin banyak pula kemungkinan untuk Anda berbohong.
Jika Anda tidak bisa menjadi orang pandai, jadilah orang yang baik.
Seorang teman sejati akan membuat Anda hangat dengan kehadirannya, mempercayai akan rahasianya dan mengingat Anda dalam doa-doanya.
Doa memberikan kekuatan pada orang yang lemah, membuat orang tidak percaya menjadi percaya dan memberikan keberanian pada orang yang ketakutan.
Jika kita berbuat baik, kebaikan pula yang akan kita terima kelak.
Senyum tidak hanya akan menampilkan wajah yang cerah, namun juga menghangatkan jiwa.
Cinta itu angkuh dan lembut. Lebih baik memiliki cinta daripada memiliki semua bintang di langit.
Yang penting bukan berapa lama kita hidup, tetapi bagaimana kita hidup.
Nasihat yang baik tidak pernah datang terlambat.Iri hati yang ditunjukan kepada seseorang akan melukai diri sendiri.
Anda cuma bisa hidup sekali saja didunia ini, tetapi jika anda hidup dengan benar, sekali saja sudah cukup.
Kenangan indah masa lalu hanya untuk dikenang, bukan untuk diingat-ingat.Rasa takut bukanlah untuk dinikmati, tetapi untuk dihadapi.
Orang bijaksana selalu melengkapi kehidupannya dengan banyak persahabatan.Lidah anda yang menentukan siapa anda.
Diantara isi rumah tangga, anak-anaklah yang terbaik.
Cinta seringkali akan lari bila kita mencari, tetapi cinta jua seringkali dibiarkan pergi bila ia menghampiri.
Jika kejahatan di balas kejahatan, maka itu adalah dendam.
Jika kebaikan dibalas kebaikan itu adalah perkara biasa.
Jika kebaikan dibalas kejahatan, itu adalah zalim.
Tapi jika kejahatan dibalas kebaikan, itu adalah mulia dan terpuji.
Jika Anda tidak memulai hari ini dengan senyuman, belum terlambat untuk mencobanya pada hari esok.
Persahabatan sejati layaknya kesehatan, nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya
Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu didalam hatimu dan akan menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan bait-baitnya
Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran.
Dialah hiasan dikala kita senang dan perisai diwaktu kita susahNamun kita tidak akan pernah memiliki seorang teman, jika kita mengharapkan seseorang tanpa kesalahan.
Karena semua manusia itu baik kalau kita bisa melihatkebaikannya dan menyenangkan kalau kita bisa melihat keunikannya tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan kalau kita tidak bisa melihat keduanya.
Tak seorang pun sempurna.
Mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak.
Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka benar meskipun terbukti salah

Bila Kita mengisi hati kita dengan penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk masa depan, kita tak memiliki hari ini untuk kita syukuri.

Perlukah merasa kecil dan malu dihina? Orang yang dihina itu sebenarnya memungut pahala percuma tanpa perlu bersusah payah

Semulia-mulia manusia ialah siapa yang mempunyai adab, merendahkan diri ketika berkedudukan tinggi, memaafkan ketika berdaya membalas dan bersikap adil ketika kuat.(Khalifah Abdul MAlik bin Marwan)

Barang siapa yang selalu kekenyangan maka banyaklah dagingnya, dan siapa yang banyak dagingnya maka kuatlah nafsunya.

Siapa yang kuat nafsunya maka banyaklah dosanya, siapa yang banyak dosanya maka keraslah hatinya dan siapa yang keras hatinya makatenggelamlah dia dalam bencana dunia serta keindahannya

Sesungguhnya sebagian perkataan itu ada yang lebih keras dari batu, lebih tajam dari tusukan jarum, lebih pahit daripada jadam dan lebih panas daripada bara.

Sesungguhnya hati adalah ladang, maka tanamlah ia dengan perkataan yang baik, karena jika tidak tumbuh semuanya (perkataan yang tidak baik) niscaya tumbuh sebagiannya

Tidak ada simpanan yang lebih berguna daripada ilmu.Tidak ada sesuatu yang lebih beruntung daripada adab.

Tidak ada kawan yang lebih bagus daripada akal.Tidak ada benda ghaib yang lebih dekat daripada maut.

Sekali tidak berhasil bukan berarti gagal selamanya.Kebahagiaan takkan pernah bisa dibeli dengan wangOrang yang banyak ketawa itu kurang wibawanya.

Orang yang suka menghina orang lain, dia juga akan dihina.

Orang yang mencintai akhirat, dunia pasti menyertainya. Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga

Sesungguhnya orang-orang yang berlaku adil di sisi Allah laksana berada di atas mimbar yang terbuat dari cahaya.

Mereka itu orang-orang yang berlaku adil dalam menetapkan hukum baik kepada rakyat maupun kepada keluarga Tiga sifat yang menyebabkan penyandangnya tidak tentram dalam hidupnya : iri, dengki, dan akhlak buruk

Engkau disebut sebagai manusia bukan kerana tubuh dan jasadmu tetapi akal dan jiwamu.Akal mempertahankan barang yang pahit tapi manis akibatnya, nafsu mempertahankan barang yang manis tapi pahit akibatnya.Nusuh yang paling dekat ialah kebodohanmu. Singkirkannya sebagai menyikirkan bahaya daripada musuh musuhmu.

"Hai manusia, bertaqwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan dari keduanya Allah memperkembang-biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu."-- An-Nisa': 1

Kecantikkan yang abadi ialah pada keelokkan adab dan ketinggian ilmu seseorang, bukan pada wajah dan pakaiannya.Dinilai daripada adab, dalam masyarakat manusia ada binatang jalang, tetapi dalam masyarakat binatang, tidak ada manusia jalang.Teman manusia yang sebenar ialah akal dan musuhnya yang celaka ialah jahil.Jika kamu mendapat kesusahan, ingatlah menyimpan kesabaran.Engkau disebut sebagai manusia bukan kerana tubuh dan jasadmu tetapi akal dan jiwamu.

Berkenalanlah dengan Allah pada waktu senang, nescaya Allah akan kenal kepada engkau pada waktu susah.Bemuafakatlah dengan diri anda sendiri sebagaimana anda bermuafakat dengan kawan tatkala hendak menentukan arah tujuan.Manusia yang pintar ialah manusia yang mengambil ikhtibar daripada sesuatu dilihatnya dan menerima nasihat yang didengarnyaOrang yang berakal tetapi tidak mempunyai adab, seumpama pahlawan yang tiada senjata.kecantikkan yang abadi ialah pada keelokkan adab dan ketinggian ilmu seseorang, bukan pada wajah dan pakaiannya.

Berkenalanlah dengan Allah pada waktu senang, nescaya Allah akan kenal kepada engkau pada waktu susah.Bemuafakatlah dengan diri anda sendiri sebagaimana anda bermuafakat dengan kawan tatkala hendak menentukan arah tujuan.Manusia yang pintar ialah manusia yang mengambil ikhtibar daripada sesuatu dilihatnya dan menerima nasihat yang didengarnyaOrang yang berakal tetapi tidak mempunyai adab, seumpama pahlawan yang tiada senjata.kecantikkan yang abadi ialah pada keelokkan adab dan ketinggian ilmu seseorang, bukan pada wajah dan pakaiannya.

Lindungi kesedihan dengan senyuman meskipun dihati penuh kedukaan kerana itu menunjukkan adanya kesedihan.

Jangan terlalu memikirkan pandangan orang terhadap anda, fikrikan apa pandangan anda terhadap diri anda sendiri

Kasihanilah musuh anda kerana dia telah menyebutkan kesalahan anda

Tidak ada lautan yang luas, lurah yang dalam, bulan yang tinggi dan jalan yang susah bagi orang yang mahu

Berkenalanlah dengan Allah pada waktu senang, nescaya Allah akan kenal kepada engkau pada waktu susah
http://mutiarakatahikmah.blogspot.com/

Penemuan Alkohol

Alcohol 

Alkohol dan asam mineral tercatat sebagai penemuan terpenting dalam bidang kimia pada era keemasan Islam. Sejarawan sains Barat mengklaim kedua senyawa itu ditemukan ilmuwan Eropa pada abad ke-12 M. Mereka mengaku bahwa catatan pertama mengenai distilasi anggur pertama kali ditulis Adelard dari Bath dalam Mappae Clavicula sebuah risalah pengolahan pigmen.Klaim itu sungguh sangat tak berdasar. Menurut Ahmad Y al-Hassan dan Donald R Hill dalam bukunya Islamic Technology An Illustrated History, asal mula penemuan alkohol atau alkanol istilah yang umum untuk senyawa organik apa pun yang memiliki gugus hidroksil [OH-] dan terikat pada atom karbon berakar dari penemuan distilasi (penyulingan).

‘’Sedangkan, seni distilasi telah dihasilkan peradaban Arab (Muslim) sejak dahulu kala,’‘ ujar al-Hassan dan Hill. Para sejarawan pun menyimpulkan bahwa alkohol merupakan penemuan para kimiawan Muslim di era kejayaan. Lalu, bagaimana dengan klaim Barat soal Adelard sebagai pencetus alkohol? Ternyata, Adelard adalah seorang tabib di Salerno yang menerjemahkan buku-buku Arab ke dalam bahasa Latin.

‘’Jelaslah bahwa Mappae Clavicula ditulis Adelard di bawah pengaruh bangsa Arab,’‘ ungkap al-Hassan. Alkohol ternyata sudah ditemukan para kimiawan Islam yang menguasai proses menyuling sejak abad ke-8 M. Senyawa ini merupakan salah satu penemuan terpenting sarjana Muslim dalam bidang kimia pada era keemasan Islam.

Distilasi tercatat sebagai bagian terpenting dalam teknologi kimia Islam yang telah dimanfaatkan para kimiawan Muslim untuk pembuatan obat-obatan dalam skala besar industri farmasi. Sejak adanya distilasi, banyak orang Muslim yang menguasai teknik penyulingan. Mereka bisa menghasilkan berbagai macam zat dari proses menyuling, di antaranya alkohol dan asam mineral.

Kimiawan Muslim Jabir ibnu Hayyan (721 M - 815 M) dalam Kitab Ikhraj ma fi al-quwwa ila al-fi `l ayyan sudah mampu menjelaskan teknik pendinginan yang diterapkan ke penyulingan alkohol. Ia juga sudah menjelaskan secara gamblang sifat alkohol. Sifat alkohol dijelaskannya sebagai berikut, ‘’Dan, api yang menyala di mulut botol (disebabkan oleh) ... anggur mendidih dan garam. Dan, hal serupa dengan berbagai sifat baik yang tadinya dianggap kurang berguna, merupakan arti penting ilmu ini.’‘

Menurut al-Hassan dan Hill, sifat alkohol yang mudah terbakar (dari penyulingan anggur) telah dimanfaatkansecara luas sejak masa Jabir. Pemanfaatan sifat alkohol itu terus dikembangkan dari waktu ke waktu, sampai ditemukan berbagai aplikasi ramuan di dunia militer Arab dan risalah-risalah kimia pada abad ke-12 dan ke-13 M.

Setelah itu, banyak kimiawan Muslim yang menjelaskan proses menyuling anggur dengan menggunakan alat khusus. Dalam kitabnya bertajuk Kitab al-Taraffuq fi al-‘itr (Kimia Parfum dan Distilasi), kimiawan Muslim kenamaan, al-Kindi (260 H/873 M) mengungkapkan, ‘’Dengan cara yang sama, seseorang dapat mendistilasi anggur menggunakan penangas air, yang menghasilkan cairan dengan warna seperti air mawar.’‘

Ilmuwan lain, seperti al-Farabi (265 H/878 M, 339 H/950 M) secara khusus menambahkan belerang dalam penyulingan anggur. Penambahan belerang itu ditemukan dalam buah karya al-Farabi yang ditulis sekitar abad ke-10 M. Sedangkan, Abu al-Qasim al-Zahrawi (404 H/1013 M) telah berhasil menyuling cuka menggunakan alat yang juga dipakai untuk menyuling air mawar.

Menurut Abulcasis begitu ia akrab disapa di Barat anggur pun dapat didistilasi dengan cara yang sama pula. Kimiawan Muslim lainnya, Ibnu Badis(453 H/1061 M) dalam kitabnya bertajuk Kitab ‘Umdat Al-Kuttab (Buku Penunjang bagi Para Penulis) menjelaskan, proses melumatkan atau menghancurkan serbuk perak dengan anggur hasil penyulingan. Hasilnya berupa tinta perak.

Fakta itu menunjukkan bahwa para ilmuwan Muslim telah berhasil menemukan alkohol dan digunakan untuk berbagai macam keperluan, seperti untuk militer, pembuatan tinta, kedokteran, farmasi, dan beragam kegunaan lainnya. 

Istilah alkohol

Kata ‘alkohol’ hampir bisa dipastikan berasal dari bahasa Arab. Namun, etimologi tepat adalah tidak jelas. ‘Al’ adalah bahasa Arab artinya artikel. Namun, ada bagian lain yang memungkinkan berasal dari kata al-ku’l, nama sebuah awal substansi penyulingan atau mungkin dari algawl, yang berarti ‘roh’ atau ‘iblis’. Dan, serupa dengan liquors yang disebut ‘roh’ dalam bahasa Inggris.

Alkohol disebut oleh ahli kimia Arab seperti Ibnu Badis pada abad ke-11 M, khamar (penyulingan anggur). Untuk saat ini, kata penyulingan anggur di Arab dikenal araq yang berarti penuh keringat. Maksud dari penuh keringat di sini, dilihat dari tetesan naik dari uap anggur yang mengembun di sisi labu yang mirip dengan tetes keringat. Karya ini dapat ditemukan dalam risalah ilmu kimia karya kimiawan Muslim.

Kata araq juga digunakan Jabir Ibnu Hayyan dalam kitabnya bertajuk Al-Jumal al-`Ishrin (The Book of Twenty Articles). Ia mengatakan dalam pasal ke13, tentang bahan-bahan yang digunakan dalam penyulingan harus sedikit kering setelah digiling. Ini untuk menghindari (pembentukan) dari araq. Karena, jika araq membentuk, kuantitas dari sulingan akan lebih kecil dibandingkan jika araq tidak dibentuk.

Pada abad ke-14 M, alkohol telah diekspor dari negeri-negeri Arab Mediterania ke Eropa. Sejarawan Pegolotti mengungkapkan, ekspor alkohol dan air mawar meningkat tajam saat itu. Pada abad itu pula, teknik penyulingan anggur telah ditransfer dari dunia Islam ke Barat. Kata araq pun lalu diserap ke dalam bahasa Latin, seperti arak, araka, araki, ariki, atau arrack. Kata arak mulai digunakan bangsa Mongol di abad ke-14 M. Arak Mongol pertama kali disebutkan dalam teks Cina tahun 1330. Istilah tersebut menyebar ke sebagian besar lahan di Asia dan Mediterania Timur. 

Kimiawan Muslim Pengembang Teknik Distilasi

Jabir Ibnu Hayyan

Sejatinya, ilmuwan kebanggaan umat Islam itu bernama lengkap Abu Musa Jabir Ibnu Hayyan. Asal-usul kesukuan Jabir memang tak terungkap secara jelas. Satu versi menyebutkan, Jabir adalah seorang Arab. Namun, versi lain menyebutkan, ahli kimia tersohor itu adalah orang Persia. Kebanyakan literatur menulis bahwa Jabir terlahir di Tus, Khurasan, Iran pada 721 M. Ahli kimia Muslim terkemuka di era kekhalifahan yang dikenal di dunia Barat dengan panggilan Geber itu memang sangat fenomenal. Betapa tidak, 10 abad sebelum ahli kimia Barat bernama John Dalton (1766-1844) mencetuskan teori molekul kimia, Jabir Ibnu Hayyan (721M - 815 M) telah menemukannya pada abad ke-8 M.
Hebatnya lagi, penemuan dan eksperimennya yang telah berumur 13 abad itu ternyata hingga kini masih tetap dijadi kan rujukan. Dedikasinya dalam pe ngembangan ilmu kimia sungguh tak ternilai harganya. Tak heran, jika ilmuwan yang juga ahli farmasi itu dinobatkan sebagai renaissance man (manusia yang mencerahkan).

Tanpa kontribusinya, boleh jadi ilmu kimia tak berkembang pesat seperti saat ini. Ilmu pengetahuan modern sungguh telah berutang budi kepada Jabir yang dikenal sebagai seorang sufi itu. Jabir telah menorehkan sederet kar yanya dalam 200 kitab. Sebanyak 80 ki tab yang ditulisnya itu mengkaji dan mengupas seluk-beluk ilmu kimia. Se buah pencapaian yang terbilang amat prestisius.

Al-Kindi

Ilmuwan kelahiran Kufah, 185 H/801 M itu bernama lengkap Abu Yusuf Yaqub bin Ishak bin Sabah bin Imran bin Ismail bin Muhammad bin Al-Asy’ats bin Qais al-Kindi. Ia berasal dari sebuah keluarga pejabat. Keluarganya berasal dari suku Kindah—salah satu suku Arab yang besar di Yaman sebelum Islam datang. Nenek moyangnya kemudian hijrah ke Kufah.
Pendidikan dasar ditempuh al-Kindi di tanah kelahirannya. Kemudian, dia melanjutkan dan menamatkan pendidikan di Baghdad. Sejak belia, dia sudah dikenal berotak encer. Tiga bahasa penting dikuasainya, yakni Yunani, Suryani, dan Arab. Sebuah kelebihan yang jarang dimiliki orang pada era itu.

Al-Kindi hidup pada era kejayaan Islam Baghdad di bawah kekuasaan Dinasti Abbasiyah. Tak kurang dari lima periode khalifah dilaluinya, yakni al-Amin (809-813), al-Ma’mun (813-833), al-Mu’tasim, al-Wasiq (842-847), dan Mutawakil (847-861). Kepandaian dan kemampuannya dalam menguasai berbagai ilmu, termasuk kedokteran, membuatnya diangkat menjadi guru dan tabib kerajaan.

Khalifah juga mempercayainya untuk berkiprah di Baitulhikmah (House of Wisdom) yang kala itu gencar menerjemahkan buku-buku ilmu pengetahuan dari berbagai bahasa, seperti Yunani. Ketika Khalifah al-Ma’mun tutup usia dan digantikan putranya, al-Mu’tasim, posisi al-Kindi semakin diperhitungkan dan mendapatkan peran yang besar. Dia secara khusus diangkat menjadi guru bagi putranya.(sumber : Republika)

Akhbar


Assalamu'alaikum Warohmatullahi wabarokatuh

Ucapan terima kasih pada pak Edi Susanto dan kawan-kawan semuanya di SMA Kemala Bhayangkari 1 surabaya yang telah membantu terbit perdananya blog wahyu-chemie , semoga bermanfaat bagi semuanya


Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh