Bulan Agustus telah berlalu yang diwarnai dengan hiruk pikuk dan gemerlabnya pesta menyambut kemerdekaan negara Indonesia. Dari kalangan anak-anak, pemuda orang dewasa dan oarang tua. Dari gembel hingga pejabat, dari napi sampai hakim semuanya terlarut dalam nuansa menyambut kemerdekaan.
Banyak media yang menayangkan berbagai macam acara yang diselenggarakan mulai dari tingkat RT sampai tingkat Pejabat negara yang konon katanya dalam rangka mengingat dan "mengisi" Kemerdekaan. Lagu Kebangsaan sering dinyanyikan dalam acara sakral tersebut., bahkan di Jakarta pun igelar pesta yang sangat meriah yang disi dengan berbagai macam acara yang disuguhkan oleh perwakilan dari seluruh propinsi yang ada di indonesia.
Melihat kondisi waktu itu, kita seolah-olah lupa bahwa bangsa Indonesia masih menghadapi berbagai macam persoalan, mulai dari yang kecil hingga yang besar. Mulai dari kejahatan hingga korupsi yang dilakukan oleh para pejabat. Mulai dari persoalan ekonomi, politik sosial budaya dan moneter juga terorisme serja berbagai macam persoalan yang melanda di seluruh negeri.
Kalau kita cermati dan kita renungkan sejenak tentang kemerdekaan rasa-rasanya kita sangat tidak pantas jika negara ini telah merdek dari segala aspek kehidupan. Jika Kita tidak bisa mengatakan bahwa kita telah merdeka hanya bangsa ini telah terlepas dari penjajaha yang bersifat fisik saja.
Dlama rangka menguasai bangsa lain, negara-negara penjajah tidak lagi menggunakan sarana fisik jika negara tujuan telah mampu di taklukkan dengan ekonomi, politik, sosial dan budaya. Bangsa Indonesia yang telah ditinggalkan oleh Belanda dan jepang 64 tahun yang lalu ternyata masih tidak dapat mandiri dengan EPOLEKSOSBUD nya. Masalah ekonomi negara ini masih di dekte oleh negara lain melalui IMF, Bang Dunia, LSM-LSM dan lain-lain. Dengan negara tetangga pun masih sering diremehkan dan dilecehkan.
Permasalahan terorisme yang dihadapi bangsa ini tidak pernah selesai. Bangsa ini tidak bisa menghadapi seorang Nurdin M Top yang katanya merupakan dalang dari segala kejadian pengeboman di negeri ini. Beberapa kali pengepungan dan penyegapan yang telah dilakukan oleh kepolisian ternaya tidak membuahkan hasil, tiba-tiba lolos setelah dikepung 1 hari 1 malam, bahkan kejadian terakhir yang menggelikan di temanggung yang konon mengepung gembong teroris yang awalnya dikabarkan mati tapi ternya bukanlah oarang yang dicari selama ini. Orang sekuat dan secanggih apakah Nurdin M Top itu? atau hanya ia adalah oarang rekaan saja "tokoh imajiner"? Allahu a'lam bishshowab
Berbagai macam pidato yang tujuannya untuk memberikan semangat pada kaum muda generasi bangsa, arahan membentuk bangsa kedepan dan berbagai macam nasehat lainnya.Sngat wajar jika para petinngi memberikan nasehat pada generasi muda, tapi santa ironis dengan kenyataan yang ada bahkan sangat bertolak belakang dengan nasehatnya. generasi muda yang disuruh untuk mengisi kemerdekaan bangsa ini tetapi mereka para "pejabat" yang telah merobohkannya, para orang bawahan dan orang kecil yang junjung untuk menegakkan bangsa ini tetapi para petinggi kebijakan yang telah merobohkannya. Bagimana dengan kasus BLBI? bagaimana dengan kasus bang BNI? yang semuanya mendpatkan pengampunan dan pemutihan. Bagimana para "raja hutan" yang mudahnya lolos setelah menebang banyak pohon dihutan, dan berbagai macam persoalan yang lain
0 Comments

